Selasa, 08 November 2011

Sejarah Sepeda




Sepeda adalah kendaraan beroda dua atau tiga, mempunyai setang, tempat duduk, dan sepasang pengayuh yang digerakkan kaki untuk menjalankannya. 
  
Sejarah
 Nenek moyang sepeda di perkirakan berasal dari perancis. Negeri itu sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede.
 Baron Karls Drais von Sauerbronn yang pantas dicatat sebagai salah seorang penyempurna velocipede. Tahun 1818, von Saurebronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya.
 Pada tahun 1839, Kirkpatrick MacMillan, pandai besi kelahiran Skotlandia, membuatkan mesin khusus untuk sepeda. Tentu bukan mesin yang dimiliki sepeda motor, tetapi lebih mirip pendorong yang aktifkan engkol, lewat gerakan turun naik kaki mengayuh pedal.
 Ernest Michaux pada 1855, membuat pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil.
Pierre Lallement (1865) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg). Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang.
Penemuan lainnya, seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, setang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Sejak itu, berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, dengan Amerika dan Eropa sebagai pionirnya. Meski lambat laun, perannya mulai disingkirkan mobil dan sepeda motor, sepeda tetap punya pemerhati. Bahkan penggemarnya dikenal sangat fanatik.


 
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar